a.
PENGERTIAN GASTRITIS
Gastritis (maag) adalah suatu
peradangan yang mengenai mukosa lambung dan mengakibatkan pembengkakan mukosa
lambung sampai terlepasnya epitel mukosa
supersial. Gastriris ini menduduki peringkat teratas di Asia Tenggara.
b.
TANDA - TANDA GASTRITIS
Rasa mual dan muntah, nyeri, perdarahan, rasa lemah, nafsu makan menurun,
sakit kepala.
c.
PROSES PERAWATAN
PENGKAJIAN
Perawat menanyakan tentang gejala
yang terjadi pada penyakit gastritis, selain itu melakukan pemeriksaan fisik
yang mencakup nyeri tekan abdomen, dehidrasi, dan bukti adanya gangguan
sistemik
DIAGNOSA
a. Ansietas
berhubungan dengan pengobatan
b. Perubahan
nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh, berhubungan dengan masukan nutrient yang
tidak adekuat
c. Risiko
kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan tidak cukup dan
kehilangan caira berlebihan karena muntah
d. Kurang
pengetahuan tentang penatalaksanaan diet dan proses penyakit
e. Nyeri
berhubungan denganmukosa lambung teratasi
PERENCANAAN
a. Mengurangi ansietas meningkatkan nutrisi
b. Menghindari makanan pengiritasi dan menjamin masukan
nutrient adekuat
c. Mempertahankan keseimbangan cairan
d. Meningkatkan kesadaran tentang penatalaksanaan diet
e. Menghilangkan nyeri
INTERVENSI
a. Mengurangi
ansietas : perawat melakukan pendekatan dengan cara mengkaji dan menjawab semua
pertanyaan serta menjelaskan seluruh prosedur
b.
Meningkatkan nutrisi : Menghindari makanan pengiritasi dan menjamin masukan
nutrient adekuat
c.
Mempertahankan keseimbangan cairan : memantau masukan dan haluaran cairan
setiap hari untuk mendeteksi tanda awal dehidrasi
d.
Menghilangkan nyeri : pasien diingatkan untuk menghidari makanan dan minuman
yang dapat mengiritasi mukosa lambung serta mengkaji tingkat nyeri dan
kenyamanan pasien
EVALUASI
1. Menunjukkan berkurangnya ansietas
2. Menghindari makanan pengiritasi dan minuman berkafein atau
alcohol
3. Mempertahankan keseimbangan cairan
a. Toleransi terapi
intravena 1,5 l
b. Minum 6-8 gelas
per hari
c. Haluaran urin
kira-kira 11 l
d. Turgor kulit
adekuat
4. Melaporkan nyeri berkurang
d.
TIPE GASTRITIS
1. GASTRITIS SUPERFISIAL AKUT
Respons mukosa lambung lambung terhadap berbagai iritan local
yang bersifat jinak dan swasirna
· Agen Pencetus : Endotoksin bakteri (
setelah makan makanan terkontaminasi), kafein, alcohol, aspirin
· Ciri-ciri : Mukosa memerah, Edema, Ditutupi
oleh mucus yang melekat, Sering terjadi perdarahan
· Penyebab : infeksi H.Pylori, yang
sifatnya menghancurkan lapisan mukosa pelindung, meninggalkan daerah epitel
yang gundul, kesembronoan diet, makan terlalu banyak, terlalu cepat,
makan-makanan yang terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi, alcohol,
aspirin, fefluks empedu dan terapi radiasi. Bentuk gastritis akut yang lebih
parah disebabkan oleh asam kuat suatu alkali, yang dapat menyebabkan mukosa
menjadi ganggren atau perforasi.
· Manifestasi klinis : Keluhan abdomen
tidak jelas, anoreksia, bersendawa, mual, nyeri epigastrium, muntah,
perdarahan, hematemesis
· Penggunaan obat
a. H2 (ratidin) : mengurangi sekresi asam
b. Antacid : menetralkan asam tersekresi
c. Sukralfat : melapisi daerah inflamasi
2. 2. GASTRITIS
ATROFIK KRONIS
Peradangan yang terjadi pada mukosa
lambung sampai mengenai fundus lambung. Sehingga menyebabkan penurunan pada
sekresi asam dan tingginya kadar gastrin
· Tanda – tanda : Atrofi progresif
epitel kelenjar disertai kehilangan sel parietal dan chief cell, dinding
lambung menipis, permukaan mukosa merata, terjadi pada usia tua.
· Manifestasi klinis : Rasa penuh, anoreksia,
distress epigastric tidak jelas
· Ada 2 kategori
ü Tipe A (atrofik/fundal) : Menyerang
fundusLambung dan disebabkan oleh autoantibodi terhadap sel parietal kelenjar
lambung dan factor intrinsic berkaitan dengan tidak adanya sel parietal
sehingga sekresi asam menurun dan megakibatkan kadar gastrin tinggi
ü Tipe B (antral) : Menyerang daerah
antrum lambung (lebih umum terjadi) dengan penyebab infeksi kronis H.Pylori,
alcohol berlebihan, merokok, refluks empedu kronis dengan kofaktor H.Pylori
· Factor Penyebab
1. Pola makan pasien
Pola makan yang dianjurkan yaitu energi 60-70% berasal dari
karbohidrat , 15-20% dari protein dan 20-30% dari lemak, serta cukup akan
vitamin, mineral dan serat. Makanan atau minuman yang di konsumsi dan masuk
kedalam lambung berfungsi mengurangi kepekatan asam lambung sehingga tidak
sampai menggerogoti lambung.
2. Stress pada pasien
Stres memiliki efek negatif melalui mekanisme neuroendokrin.
Efek stres pada saluran pencernaan menyebabkan penurunan aliran darah pada sel
epitel lambung dalam melindungi mukosa lambung. Semakin tinggi tingkat stress
seseorang maka semakin besar potensi orang tersebut menderita gastritis dan
sebaliknya
3. Obat-obatan
Konsumsi Obat-obatan Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs
(NSAID) seperti Aspirin Ibuprofen, Naproxen dan Piroxicam dapat menyebabkan
peradangan pada lambung dengan cara
mengurangi prostaglandin yang bertugas melindungi dinding lambung. Masalah
lambung tersebut tergantung pada jumlah pemakaian obat-obatannya sedikit atau
banyak.
Apabila gastritis tidak segera ditangani dan sudah mencapai
gastritis kronis maka ada kemungkinan meningkat menjadi gastritis erosive dimana
bagian lambung tersebut akan terus terkikis dan apabila pengobatan bila
pengobatan konservatif tidak berhasil maka cara yang terakhir adalah pembedahan
dengan prosedur gastrektomi total, karena erosi yang terjadi bersifat
multiper/difus dan cenderung kembali berdarah.
e
ee. DUKUNGAN KELUARGA
Dukungan keluarga merupakan bantuan
(dukungan emosional, motivasi, instrumental maupun informasi) yang diterima
anggota keluarga yang sedang sakit oleh anggota keluarga lain guna menjalankan
fungsi keluarga.
Peranan dukungan keluarga
1. Keluarga
merupakan tempat dimana individu memulai hubungan interpersonal
2. Keluarga
merupakan orang yang terdekat dengan pasien yang mempunyai fungsi afektif,
ekonomi, dan perawatan kesehatan.
3. Keluarga
dipandang sebagai sistemis



Tidak ada komentar:
Posting Komentar