Sabtu, 15 November 2014

GASTRITIS


a.   PENGERTIAN GASTRITIS
Gastritis (maag) adalah suatu peradangan yang mengenai mukosa lambung dan mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung sampai terlepasnya  epitel mukosa supersial. Gastriris ini menduduki peringkat teratas di Asia Tenggara.
b.   TANDA - TANDA GASTRITIS
Rasa mual dan muntah, nyeri, perdarahan, rasa lemah, nafsu makan menurun, sakit kepala.
c.    PROSES PERAWATAN
PENGKAJIAN
Perawat menanyakan tentang gejala yang terjadi pada penyakit gastritis, selain itu melakukan pemeriksaan fisik yang mencakup nyeri tekan abdomen, dehidrasi, dan bukti adanya gangguan sistemik
DIAGNOSA
a. Ansietas berhubungan dengan pengobatan
b. Perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh, berhubungan dengan masukan nutrient yang tidak adekuat
c. Risiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan tidak cukup dan kehilangan caira berlebihan karena muntah
d. Kurang pengetahuan tentang penatalaksanaan diet dan proses penyakit
e. Nyeri berhubungan denganmukosa lambung teratasi
PERENCANAAN
a. Mengurangi ansietas meningkatkan nutrisi
b. Menghindari makanan pengiritasi dan menjamin masukan nutrient adekuat
c. Mempertahankan keseimbangan cairan
d. Meningkatkan kesadaran tentang penatalaksanaan diet
e. Menghilangkan nyeri
INTERVENSI
a. Mengurangi ansietas : perawat melakukan pendekatan dengan cara mengkaji dan menjawab semua pertanyaan serta menjelaskan seluruh prosedur
b. Meningkatkan nutrisi : Menghindari makanan pengiritasi dan menjamin masukan nutrient adekuat
c. Mempertahankan keseimbangan cairan : memantau masukan dan haluaran cairan setiap hari untuk mendeteksi tanda awal dehidrasi
d. Menghilangkan nyeri : pasien diingatkan untuk menghidari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi mukosa lambung serta mengkaji tingkat nyeri dan kenyamanan pasien
EVALUASI
1. Menunjukkan berkurangnya ansietas
2. Menghindari makanan pengiritasi dan minuman berkafein atau alcohol
3. Mempertahankan keseimbangan cairan
   a. Toleransi terapi intravena 1,5 l
   b. Minum 6-8 gelas per hari
   c. Haluaran urin kira-kira 11 l
   d. Turgor kulit adekuat
4. Melaporkan nyeri berkurang
d.   TIPE GASTRITIS
1.   GASTRITIS SUPERFISIAL AKUT
Respons mukosa lambung lambung terhadap berbagai iritan local yang bersifat jinak dan swasirna
·      Agen Pencetus : Endotoksin bakteri ( setelah makan makanan terkontaminasi), kafein, alcohol, aspirin
·      Ciri-ciri : Mukosa memerah, Edema, Ditutupi oleh mucus yang melekat, Sering terjadi perdarahan
·      Penyebab : infeksi H.Pylori, yang sifatnya menghancurkan lapisan mukosa pelindung, meninggalkan daerah epitel yang gundul, kesembronoan diet, makan terlalu banyak, terlalu cepat, makan-makanan yang terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi, alcohol, aspirin, fefluks empedu dan terapi radiasi. Bentuk gastritis akut yang lebih parah disebabkan oleh asam kuat suatu alkali, yang dapat menyebabkan mukosa menjadi ganggren atau perforasi.
·      Manifestasi klinis : Keluhan abdomen tidak jelas, anoreksia, bersendawa, mual, nyeri epigastrium, muntah, perdarahan, hematemesis
·      Penggunaan obat
a. H2 (ratidin) : mengurangi sekresi asam
b. Antacid : menetralkan asam tersekresi
c. Sukralfat : melapisi daerah inflamasi













2.            2. GASTRITIS ATROFIK KRONIS
    Peradangan yang terjadi pada mukosa lambung sampai mengenai fundus lambung. Sehingga               menyebabkan penurunan pada sekresi asam dan tingginya kadar gastrin
·   Tanda – tanda : Atrofi progresif epitel kelenjar disertai kehilangan sel parietal dan chief cell, dinding lambung menipis, permukaan mukosa merata, terjadi pada usia tua.
·   Manifestasi klinis : Rasa penuh, anoreksia, distress epigastric tidak jelas
·   Ada 2 kategori
ü Tipe A (atrofik/fundal) : Menyerang fundusLambung dan disebabkan oleh autoantibodi terhadap sel parietal kelenjar lambung dan factor intrinsic berkaitan dengan tidak adanya sel parietal sehingga sekresi asam menurun dan megakibatkan kadar gastrin tinggi
ü Tipe B (antral) : Menyerang daerah antrum lambung (lebih umum terjadi) dengan penyebab infeksi kronis H.Pylori, alcohol berlebihan, merokok, refluks empedu kronis dengan kofaktor H.Pylori
·   Factor Penyebab
1.      Pola makan pasien
Pola makan yang dianjurkan yaitu energi 60-70% berasal dari karbohidrat , 15-20% dari protein dan 20-30% dari lemak, serta cukup akan vitamin, mineral dan serat. Makanan atau minuman yang di konsumsi dan masuk kedalam lambung berfungsi mengurangi kepekatan asam lambung sehingga tidak sampai menggerogoti lambung.
2.      Stress pada pasien
Stres memiliki efek negatif melalui mekanisme neuroendokrin. Efek stres pada saluran pencernaan menyebabkan penurunan aliran darah pada sel epitel lambung dalam melindungi mukosa lambung. Semakin tinggi tingkat stress seseorang maka semakin besar potensi orang tersebut menderita gastritis dan sebaliknya
3.      Obat-obatan
Konsumsi Obat-obatan Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs (NSAID) seperti Aspirin Ibuprofen, Naproxen dan Piroxicam dapat menyebabkan peradangan  pada lambung dengan cara mengurangi prostaglandin yang bertugas melindungi dinding lambung. Masalah lambung tersebut tergantung pada jumlah pemakaian obat-obatannya sedikit atau banyak.













        Apabila gastritis tidak segera ditangani dan sudah mencapai gastritis kronis maka ada kemungkinan meningkat menjadi gastritis erosive dimana bagian lambung tersebut akan terus terkikis dan apabila pengobatan bila pengobatan konservatif tidak berhasil maka cara yang terakhir adalah pembedahan dengan prosedur gastrektomi total, karena erosi yang terjadi bersifat multiper/difus dan cenderung kembali berdarah.










e


ee.  DUKUNGAN  KELUARGA
Dukungan keluarga merupakan bantuan (dukungan emosional, motivasi, instrumental maupun informasi) yang diterima anggota keluarga yang sedang sakit oleh anggota keluarga lain guna menjalankan fungsi keluarga.
Peranan dukungan keluarga
1. Keluarga merupakan tempat dimana individu memulai hubungan interpersonal
2. Keluarga merupakan orang yang terdekat dengan pasien yang mempunyai fungsi afektif, ekonomi, dan perawatan kesehatan.

3. Keluarga dipandang sebagai sistemis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar